News and Announcements

Saturday, 17 April 2021

5 Teori soal dan jawaban mengenai grammar chomsky

1. Apa itu abstract?

Bahasa merupakan simbol suatu bangsa, bahasa juga sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan ungkapan ide, dan lain sebagainya. Sebagian pernyataan tersebut secara tidak langsung mengantarkan pemahaman setiap manusia tentang bahasa karena akan menimbulkan pertanyaan sebagai analisis. Diantaranya adalah bagaimana bentuk bahasa itu sebagai alat? Bagaimana pemerolehan bahasa itu secara alami atau pencarian?, dua pertanyaan tersebut mewakili pertanyaan yang lain tentang bahasa sebagai alat dan bahasa sebagai proses. Chomsky dengan teorinya berusaha menjawab permasalahan kebahasaan dan pemerolehan bahasa yang ada pada lingkungan bahasa. Lingkungan bahasa menjadi wadah dalam pembelajaran bahasa kemudian dikaitkan dengan teori-teori chomsky maka akan diketahui dimana posisi teori chomsky tersebut dan apa peranannya. Strukturalisme adalah gerakan intelektual yang berkembang di Perancis pada 1950-an dan 1960-an, dimana budaya manusia dianalisis semiotis (yaitu, sebagai sistem tanda). Strukturalisme berasal dari linguistik struktural dari Ferdinand de Saussure dan Praha berikutnya dan sekolah Moskow linguistik. Sama seperti linguistik struktural. Menghadapi tantangan serius dari orang-orang seperti Noam Chomsky dan dengan demikian fading pentingnya dalam linguistik, strukturalisme muncul dalam dunia akademis di paruh kedua abad ke-20 dan berkembang menjadi salah satu pendekatan yang paling populer di bidang akademik berkaitan dengan analisis bahasa, budaya, dan masyarakat. Modus strukturalis penalaran telah diterapkan dalam berbagai bidang, termasukantropologi, sosiologi, psikologi, kritik sastra, dan arsitektur. Sebagai gerakan intelektual, strukturalisme datang untuk mengambil tumpuan eksistensialisme di Prancis tahun 1960-an. Strukturalisme berpendapat bahwa domain spesifik budaya dapat dipahami melalui struktur-model pada bahasa-yang berbeda baik dari organisasi realitas dan orang-ide atau imajinasi-“urutan ketiga” Dalam Lacan psikoanalitik.


2. Apa itu teori kebahasaan chomsky?

Gelar doktor yang dicapai oleh Chomsky kemudian tidak lama ia menerima gelar profesor kebahasaanpada usia yang cukup muda yaitu usia dua puluh sembilan tahun, Teori-teori chomsky yang dimunculkan tidak lepas dari pengaruh pemikiran jhon dewey yang mana menuntut untuk bersaing dengan dirinya sendiri untuk mengelurkan kemampuannya atau meminjam istilah chomsky “competens”. Hal ini lah yang kemudian oleh chomsky dikembangkan bahwa dalam dirimanusia sebenarnya memiliki kemampuan berbahasa secara fitrah atau bawaan sejak lahir dan kemudian teori itu lambat laun dikenal dengan teori Nativisme (mentalis). Yang mana dalam kajian psikolinguistik ini mengaitkan antara kemampuan otak sebagai megaserver kemudian pengungkapan kembali dari apa yang diproses di dalam otak, ini menunjukkan bahwa kemampuan otak yang harus digali dan dekembangkan, karena noam chomsky menganggap kemampuan sesorang itu sudah ada sejak lahir atau bawaan sejak lahir dan perlu dikembangkan walaupun dalam proses pengembangannya secara tidak langsung chomsky memakai stimulus-respon untukmengukur kemampuan yang dimiliki oleh manusia itu.


3. Pengenalan chomsky?

Pemikir kebahasaan ini memiliki nama lengkap Avram Noam Chomsky yang lahir di Philadelphia di pensilvhania, ia lahir pada 7 Desember 1928 dari pasangan pemikir yaitu Dr. William “zev” chomsky dan Elsie Simonofsky. Chomsky kecil hidup disebuah rumah tangga yahudi sederhana dan berkecukupan. Chomsky memiliki saudara yang menjadi dokter, perpaduan kedua orang tuannya yang sama-sama menjadi pemikir, aktivis kemanusiaan dan ayahnya juga seorang guru bahasa ibrani yang mana mempengaruhi pola fikir chomsky kecil, apa lagi masa kecil chomsky yang mana lingkungan yang anti-semit dan pro-nazi membesarkannya dengan kultur lingkugan yang berkembang saat itu dan secara agama yang berkembang pada waktu itu adalah katolik irlandia. Darisegi pemikiran chomsky dipengaruhi oleh kedua orang tuanya dan lingkungan yang menjadi tempat masa pertumbuhnnya dengan bahasa-bahasa politik yang penuh dengan in-trik saat itu, kemudian dari segi keagamaan diadibesarkan dengan agama yahudi dan katolik irlandia yang cenderung lebih sekuler.

Pengaruh lingkungan yang kemudian menyadarkan chomsky tentang pertumbuhan sosial secara tidak langsung mengantarkan chomsky untuk mulai berfikir tentang keadaan sosial yang nanti digambarkan dengan bentuk bahasa yang berkembang, Chomsky menempuh sekolah dasar yakni Oak Lane Country School di daerah Barcelona Spanyol, ia menjadi pembaca berita sejak masih usia dini dan ia juga sudah cakep menulis sejak usia sepuluh tahun. Sekolah dasar eksperimen yang menganut prinsip-prinsip Jhon Dewey sehingga sedikit banyak mempengaruhi perkembangan pola fikir Chomsky. Jhon Dewey dengan prinsip Kemampuan yang diejawantahkan dalam sebuah pendidikan yang mengaitkan dengan latar psikologi dengan metode pembelajarannya, salah satu prinsip inilah yang mempengaruhi pemikiran chomsky kelak.

Keaktifannya menulis diawali dengan penulisan artikel pertamanya yang berjudul “ The Fall Of Barcelona” dalam arikel ini dijelaskan bahwa seharusnya masyarakat saat itu bersaing dengan dirinya sendiri dalam menggapai keberhasilan bukan dengan orang lain, dan ketika bersaing dengan orang lain secara berperang, inilah sebenarnya yang ingin ditentang oleh chomsky. Pengaruh prinsip jhon dewey secara tidak langsung menjadi pedoman berfikir chomsky saat itu yang mana kemampuan yang secara tidak langsung dianggap sudah ada dalam diri manusia sehingga manusia itu sendiri yang harus mendorng memunculkan kemampuan itu sendiri.

Ketika ia berumur dua belas tahun chomsky masuk SMA Central sekolah menengah umum yang ada di daerah Philadelphia, saat ia belajar di SMA tersebut ia merasa bosan dengan sistim pembelajarannya yakni mendorong untuk selalu bersaing antar siswa, secara tidak langsung bertolak belakang dengan pola fikir yang suudah terbentuk saat ia sekolah di sekolah dasar dulu,meskipun membosankan dan ia tidak suka dengan sistim pembelajaran di SMA tersebut ia aktif di Perkumpulannya dan komunitas diskusinya sampai ia lulus. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke University of Pennsylvania, ia menginjak umur enam belas tahun dan sudah mampu membiyayai kuliahnya sendiri dengan ia mengajar bahasa ibrani di sekolah dasarnya dulu. Hal ini ia tunjukkan sebagai bukti bahwa prinsip Jhon Dewey benar-benar melekat dan dirasa suksesmempengaruhipola fikir chomsky. Disinilah ia mulai tertarik meneliti kebahasaan, yang mana ia memadukan jenis ungkapan bahasa yang keluar dari seseorang dengan kemampuan otaknya. Apalagi saudara chomsky seorang dokter sepesialis otak, inilah kemudian menjadi ketertarikan chomsky menganalisis kemampuan kebahasaan seseorang. ia menganggap kemampuan sebagai hal fitrah atau bawaan sejak lahir setiap seseorang disamping ia dipengaruhi prinsip-prinsip Jhon dewey sebagai latar pendidikan sejak dini, ia juga memiliki penasaran yang tinggi untuk membuktikan prinsip-prinsip yang menjadi dasarnya dalam dunia pendidikannya.

Pada usia sembilan belas, Chomsky mulai tinggal dirumah  Carol Doris Schatz, seorang profesor di Universitas Harvard yang memegang Fervan P. Ward Ketua Bahasa Modern dan Linguistik. Mereka memiliki tiga anak, yang pertama dari mereka lahir pada tahun 1957, setelah delapan tahun menikah.

Pada tahun 1949, Chomsky masuk sekolah pascasarjana, dan ia menerima gelar seni pada tahun 1951. Dia menerima beasiswa di Harvard pada awal tahun 1950-an. Pada tahun 1953, ia membuat perjalanan penting ke Eropa, di mana ia mampu mensintesis ide-idenya tentang bahasa. Selama tahun yang sama ini, ia dan Carol hidup selama enam minggu di kibbutz (pertanian komunal atau pemukiman) Israel. Pada tahun 1955, ia menerima gelar doktor dari University of Pennsylvania. Pada tahun yang sama, ia meninggalkan Harvard untuk memulai penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan Morris Halle, seorang ahli bahasa. Ia menjadi seorang profesor di MIT pada usia muda dua puluh sembilan dan profesor penuh di tiga puluh dua.

Sebagian besar pekerjaan  Chomsky dicapai selama awal hingga pertengahan 1960-an. Hal ini disebut sebagai “periode klasik”. Noam Chomsky dikenal luas karena kritikannya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat, dan karya-karyanya sebagai seorang ahli linguistik. Yang justru kurang dikenal darinya adalah dukungannya yang terus menerus bagi tujuan-tujuan sosialis libertarian. Proses penerbitan buku-buku Chomsky cukup menarik perhatian, mengingat dia jarang sekali berupaya untuk mempublikasikan karya-karyanya. Tampaknya penggemar Chomsky selayaknya berterimakasih kepada editor atau aktivis yang tertarik pada tulisannya, kuliahnya, wawancaranya. Karena melalui antusiasme merekalah, karya-karyanya bisa dibaca oleh audiens yang lebih luas daripada kelompok akademisi saja.

Ketika pertama kali menjalin kerjasama penerbitan, Chomsky memilih penerbit kecil daripada penerbit sekelas Random House. Andre Schiffrir, mantan Direktur Pelaksana di Pantheon yang menerbitkan buku-buku awal Chomsky tentang politik selama tahun 1970-1980, mengenang, “Dia memberikan bukunya untuk kelangsungan hidup penerbit-penerbit kecil.” Meskipun Chomsky mulai membangun reputasinya dan menarik sekelompok kecil penggemar pada era 1970-an dan 1980-an dengan buku-buku linguistik dan sejumlah buku politik, tapi sebenarnya, buku tipis bersampul lunak dan enak dibaca yang diterbitkan oleh penerbit pada era akhir 1990-an yang memperluas penyebarannya baik di toko besar maupun kios-kios buku. Greeg Ruggiero, aktivis yang terlibat dalam penerbitan Open Media Pamphlet Series pada era 1990-an, adalah orang yang berperan dalam memperluas audiens pembaca karya-karya Chomsky. Dia kerap menerbitkan pamflet-mudah difotokopi dari kuliah-kuliah Chomsky dan menjualnya di pojok-pojok jalan di kota New York. Setelah terbukti diminati, dia kemudian mengontak kios-kios buku di seluruh negara bagian dan menjual 10 ribu kopi dengan cara itu. Pada 1995, Ruggiero menawarkan serial ini ke Penerbit Seven Stories Press.

Menurut Publishers Weekly, setelah Serangan 11 September 2001|peristiwa 11 September, Chomsky telah menghasilkan dua buku laris yang terjual jutaan eksemplar. Dia juga dinobatkan sebagai penulis buku terlaris bertema politik yang belum tertandingi oleh penulis bertema sama yang ada di AS saat ini. Di luar bencana yang ditimbulkan oleh serangan 11 September terhadap gedung WTC New York, peristiwa ini juga meroketkan popularitas buku-buku Chomsky. Ketika banyak orang merasa muak dengan sumber-sumber bacaan yang menjadi propaganda pemerintah AS, buku-buku politik Chomsky yang kontroversial seperti 9-11 (Seven Stories, 2001) dan Power and Terror: Post 9-11 (Seven Stories, 2003) menjadi buku laris.


4. Pengertian lingkungan bahasa (bi’ah Lughowiyah)?

Lingkungan bahasa yang secara pengertian adalah suatu tempat yang mana menerapkan praktek bahasa secara komunikasi atau mempelajari tata bahasa tertentu. Secara praktik, lingkungan bahasa menerapkan model-model komunikasi bahasa dengan metode-metode pembelajaran bahasa tersebut. Definisi lingkungan bahasa yang relevan dengan masalah pemerolehan dan pembelajaran bahasa kedua (B2), dirumuskan oleh Dulay sebagai segala sesuatu yang didengar dan dilihat oleh pembelajar tentang bahasa baru yang dipelajari (everything the language learner hears and sees in the new language). Segala sesuatu yang didengar dan dilihat pembelajar tentang bahasa baru yang dipelajari ini bisa mencakupberbagai situasi seperti percakapan direstoran dan di toko-toko, percakapan dengan teman, menonton televisi, membaca rambu lalu lintas, membaca surat kabar, termasuk di dalam kelas yang memberi kesempatan kepada para pembelajar untuk mendengar dan melihat berbagai hal yang berkaitan dengan bahasa baru yang akan dipelajarinya.

Kualitas lingkungan bahasa amat menentukan dalam mencapai keberhasilanpembelajaran bahasa baru (B2) yang dipelajari, mungkin mereka mendapatkan sedikit keterampilan mendengar dan berbicara akan tetap rendah karena berhadapan dengan bahasa yang baru. Lingkungan bahasa sebagai kondisi yang memungkinkan pembelajar bahasa mendapatkan masukan tentang bahasa yang hendak dipelajarinya. Masukan-masukan itu bisa bersifat formal dan informal (alamiah). Lingkungan bahasa dibagi menjadi dua yaitu lingkungan bahasa secara makro dan mikro, secara makro berkaitan dengan empat hal penting yaitu 1). Kealamian bahasa yang didengar, 2). Peran pembelajar dalam komunikasi, 3). Ketersediaan perbagai referensi yang konkret untuk menjelaskan makna B2 dan 4).  Persoalan siapa figur yang menjadi model untuk B2 yang dipelajari sebagai target. Yang mana secara makro ini lingkungan bahasa mencakup secara global dalam pembelajarannya jadi secara praktik lingkungan bahasa makro menitik beratkan pada semua komunikasi dalam semua bidang dengan tujuan melatih komunikasi. Secara mikro lingkungan bahasa secara sepesifik dan lebih khusus, dalam sekala mikro ini ada tiga faktor dalam kebahasaan yakni Salience, feedback dan frequency. Salience berarti merujuk pada sesuatu yang lebih menonjol, Feedback mengacu pada tanggapan pendengar atau pembaca terhadap ucapan, dan tulisan pembelajar, frequency sendiri merujuk pada jumlah berapa kali pembelajar mendengar atau melihat sebuah setruktur. Faktor lingkungan mikro menurut saya sudah tampak pada lingkungan makro yang mana mengacu pada aspek dan faktorsecara global dan umum, jadi lingkungan mikro ini sebatas klasifikasi dan tidak begitu tampak pengaruh terhadap pembelajaran bahasa.

Pendek kata, lingkungan bahasa merupakan wadah dimana ada fokus pembelajar yang melibatkan alat pembelajaran secara indera atau bukan dalam mempelajari bahasa fokus atau bahasa ke dua B2. Seperti halnya tempat-tempat yang sudah ada saat ini disekitar kita, yang paling terkenal seperti pembelajaran bahasa ke dua di daerah Kediri Pare, atau di Pondok pesantren Darul Allughah Wa Da’wa (dalwa) yang mana tempat ini membangun lingkungan bahasa sebagai tempat pembelajaran bahasa fokus atau b2.


5. Analisis teori chomsky kaitannya dengan bi’ah lughiwiyah (lingkungan bahasa)?

Gambaran tentang dua term diatas yakni teori Avram Noam Chomsky dan Lingkungan bahasa mengantarkan pada proses analisis yang nantinya menghasilkan simpulan bahwa ada atau tidak peran teori yang diusung chomsky dalam pembelajaran bahasa yang lebih dekat dengan kontek psikologi yakni fokus psikolinguistik. Lingkungan bahasa saat ini berusaha dikembangkan dalam lembaga-lembaga formal maupun Informal (natural) yang mana secara praktis ada yang tersetruktur dan secara alamiah atau natural terbangun secara sendirinya. Lembaga formal seperti contoh yang ada yakni lembaga-lembaga privat bahasa tertentu bahasa arab atau inggris,dalam lembaga ini ada tujuan pendirian lingkungan bahasa ini atau kurikulum yang disesuaikan dengan lembaga dan proses pembelajaran bahasa tersebut agar sesuai dengan tujuannya. Dengan adanya kurikulum yang diterapkan maka ada pengkhususan dalam pembelajaran bahasa karena berusaha menyesuaikan dengan tujuan yang sudah ditetapkan dalam kurikulumnya. Menurut saya dalam lembaga formal menerapkan prinsip Jhon dewey yang mana menuntut persaingan dengan pribadinya sendiri dalam mencapai puncak tujuan pendidikannya, implementasinya adalah bahasa sebagai fokus pebelajarannya dalam lembaga formal lingkungan bahasa mengantarkan peserta didik dalam mempelajari bahasa dan semua hasil dari prosesnya tergantung padapeserta didik itu sendiri, yang mana peserta didik memaksa dirinya dengan mengikuti sistim pembelajaran dalam lembaga formal tersebut, disinilah peran mentalis/nativis dalam menunjukkan kebenaran teorinya.

Lingkungan bahasa informal (alamiah), secara tertulis belum ada lingkungan yang menunjukkan ada pembelajaran bahasa.akan tetapi ketika kita melihat pada masyarakat saat ini yang menganggap bahasa nasional sebagai bahasa ke dua (B2)  terbentuk secara alamiah walaupun ada pembelajara secara alamiah melalui prosespendengaran melalui media-media yang ada kemudian berusaha diungkapkan kembali dalam praktik komunikasi sehari-hari. Menurut saya dalam lingkungan bahasa informal ini ada beberapa faham kebahasaan yang mempengaruhi secara tidak langsung, penggunaan bahasa yang dipengaruhi oleh lingkungan yang berkembang dan menganggap bahasa tersebut adalah simbol perkembangan atau kemajuan disini ada peran pemerolehan bahasa secara behaviourismenya ferdinan de sourse, kemudian ada peran mentalis juga ketika masyarakat lingkungan bahasa informal mengoolah dan memahami bahasa yang didengar kemudian diungkapkan kembali dalam kontek tertentu kemudian disepakati oleh masyarakat tersebut seperti yang berkembang saat ini contoh bahasa Ngalam, bahasa suroboyonan dan lain sebagainya, kemudian ada peran kognitifisme yang memadukan bahasa yang disepakati oleh masyarakat tersebut kemudian dipadukan dengan teorikebahasaan yang diperoleh di lembaga pendidikan hal ini biasanya oleh kalangan pelajar mulai dasar sampai pendidikan tinggi.

Peran teori Chomsky sebenarnya fleksible, karena mampu masuk dalam praktis teori-teori kebahasaan yang ada. karena secara langsung prinsip mentalis ini lebih cenderung pada latar pembelajar bahasa itu sendiri dalam artian secara langsung berhubungan dengan otaknya sebagai pusat pemroses bahasa yang kemudian diungkapkan kembali, inilah yang kemudian menurut chomsky disebut dengen Competens atau kemampuan. Bentuk penyadaran bahwa kemampuan berbahasa yang dimiliki manusia itu sudah menjadi bawaan sejak lahir, dan itu dibuktikan dengan kemampuan berbahasa yang dihasilkan dalam praktik komunikasi.

Bukan berarti inti dari kebahasaan adalah kemampuan berbahasa saja dalam artian mentalis sebagai promotor dalam kebahasaan namun faham atau teori kebahasaan akan ada penempatan-penempatannya, mentalis memposisikan dirinya dalam tatanan psikologi sebagai pemroses bahasa dalam diri manusia terlepas dari permasalahan yang ada dalam otak, kemudian secara praktisnya, behaviuorisme, kognitivisme, dan lain sebagainya memiliki peran pendukung dalam pembentukan bahasa diluar manusia secara mikro karena posisi manusia sebagai pelaku bahasa yang secara langsung menjadi pusat sumber bahasa dalam mengungkapkan maksud dari ide atau fikiran manusia itu, lagi-lagi peran mentalis dalam mengungkapkan ide.


Daftar pustaka

Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa, Rosda Karya, Bandung, 2006.

Noam Chomsky. (Online). (http://en.wikipedia.org/wiki/Noam_Chomsky)

HarisX. 2008. Marxisme anarkisme dan harapan untuk masa depan (http://pustaka.otonomis.org/2008/10/07/noam-chomsky-marxisme-anarkisme-dan-harapan-untuk-masa-depan/).

Urip Rohman, Gus. 2012. trukturalisme Adalah Gerakan Intelektual Yang Berkembang Di Perancis Pada 1950.(http://www.scribd.com/doc/60602644/Strukturalisme-Adalah-Gerakan-Intelektual-Yang-Berkembang-Di-Perancis-Pada-1950).

Didi Sukyadi, Dampak pemikiran Desaussure bagi perkembangan linguistik dan disiplin ilmu lainnya, Jurnal kebahasaan Vol.3,No.02, Oktober 2013.

“Morphophonemics of Modern Hebrew.” Master’s thesis, University of Pennsylvania, 1951.

“Systems of Syntactic Analysis.” Journal of Symbolic Logic 18, no. 3 (September 1953): 242-56.

Review of Modern Hebrew, by E. Reiger. Language 30 no. 1 (January-March 1954):180-81.

“Logical Syntax and Semantics: Their Linguistic Relevance.” Language 31, nos. 1-2 (January-March 1955).

No comments:

Post a Comment

About

Social Links